Rabu, 04 Juni 2008

Stretch Marks Bisa Dicegah

Saat hamil, selain bentuk tubuh, 'motif' baru di perut Anda juga sering membuat risau. Jangan khawatir, Anda bisa, kok, mencegah datangnya stretch marks.
Kenapa Bisa Terjadi?

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya stretch marks, yakni faktor keturunan, hormon, hidrasi, dan nutrisi. Anda yang memiliki kulit terang akan lebih rentan terhadap stretch marks karena Anda memiliki kadar melanin yang lebih rendah. Sementara itu, ibu hamil yang mengonsumsi banyak cairan dan makanan bergizi akan memiliki kulit sehat dan elastis sehingga jarang yang memiliki stretch marks.

Stretch marks muncul karena kulit kehilangan elastisitasnya akibat peregangan maksimal. Kulit terdiri dari tiga lapisan yakni epidermis (lapisan paling luar), dermis (lapisan tengah), dan hipodermis (lapisan dalam). Lapisan dermis berfungsi sebagai tempat pembuluh darah yang mendistribusi nutrisi pada kulit. Lapisan dermis ini terbuat dari jaringan serat-serat elastis yang membuat kulit dapat meregang.

Ketika Anda hamil, kulit perut meregang sangat besar dalam waktu cepat. Selain itu, hormon glucocorticoids juga mempengaruhi dermis dalam memproduksi kolagen dan serat elastis. Akhirnya, serat-serat itu kehilangan elastisitasnya bahkan pecah sehingga membuat kulit lebih tipis. Garis merah keunguan pada perut adalah akibat penipisan dermis sehingga pembuluh darah di dalamnya terlihat.

Anda Bisa Mencegahnya!

Biasanya ibu hamil menggunakan krim penghilang stretch marks yang tersedia di apotik atau toko kosmetik. Umumnya, krim ini mengandung kolagen untuk merawat elastisitas kulit, juga kandungan vitamin A dan E serta ekstrak cocoa yang akan membantu mengembalikan kekenyalan kulit. Pelembab dalam krim juga baik untuk mengurangi kekeringan pada kulit yang meregang.

Selain kandungan di dalam krim, cara Anda mengoleskannya juga akan berpengaruh pada kulit. Anda perlu melakukan pemijatan ringan untuk membantu sirkulasi darah pada lapisan dermis. Dengan begitu, ketegangan pada lapisan dermis dapat dikurangi.

Memang ada banyak pilihan untuk mencegah maupun menghilangkan stretch marks yang dijual bebas. Tapi dunia medis sendiri belum pernah menunjuk secara resmi suatu produk yang dinyatakan dapat mencegah atau menghilangkan stretch marks.

Meski Anda belum tentu akan mendapatkan stretch marks, Anda dapat mengurangi risiko dengan diet yang sehat. Anda perlu mengonsumsi lebih banyak cairan, tidak hanya dari air minum tetapi juga dari buah dan sayur. Kurangi asupan kafein, soda, dan minuman effervescent. Anda juga perlu banyak mengonsumsi makanan yang kaya vitamin E dan C, zinc, dan silica. Hindari sinar matahari yang terlalu terik dan berolahragalah dengan teratur. Dengan demikian, Anda dan janin pun bisa lebih sehat.

Hilangkan!

Bila setelah enam bulan stretch marks Anda tidak juga hilang, konsultasikanlah pada dokter kulit. Biasanya dokter akan memberi resep krim yang mengandung Retin-A. Zat ini akan menyerap ke epidermis dan membantu penampilan kulit Anda dengan memperbaiki sel kulit dan produksi kolagen. Krim ini tidak dapat digunakan selama Anda hamil dan menyusui. Selain itu sebaiknya Anda juga tidak mengonsumsi suplemen vitamin A ketika menggunakan produk ini karena bisa menimbulkan efek samping.

Alternatif lain untuk menghilangkan stretch marks adalah dengan mikrodermabrasi. Mikrodermabrasi adalah pengambilan lapisan paling luar dari epidermis dengan mengelupas sel kulit mati untuk mengencangkan dan menghaluskan kulit. Perawatan ini tidak menyakitkan, tidak perlu anestesi, dan bisa dilakukan ahli kecantikan di spa. Selain mikrodermabrasi, Anda juga bisa menstimulasi produksi kolagen dengan laser. Namun perawatan ini cukup ekstrim, mahal, dan perlu pertimbangan serta konsultasi dengan dokter (source: Mother&Baby)

Tidak ada komentar: